Kupejamkan mataku dan kubayangkan sentuhan tangan ibuku di keningku, melenyapkan sisa mimpi buruk masa kecil. Jemarinya menjelajahi keningku, mengikuti rapal-rapal doa yang tak pernah kumengerti, tak pernah ingin kumengerti, bibirnya komat-kamit nyari menyertai keheningan. kini, bangun dari mimpi buruk yang menjadi rutinitas---terbangun dari tidur dengan bermandikan keringat dan npas tersengal-…