Setelah Diana pulas, keharuan Ridho meledak. Mata pemuda itu berkaca-kaca. Ia menyadari dirinya sedang ada di dalam kereta, duduk disamping putri bungsu Kyainya. Ia baru saja meninggalkan pesantren. Ia dalam perjalanan pulang. Inilah hidup, tidak ada yang tetap selamanya. Ia tidak mungkin terus tinggal dipesantren jadi santri sepanjang hayatnya. Matahari terus berputar pada garis edarnya. Bumi …
Anda merasa hidup Anda stagnan? Karier mandek, cita-cita tak terwujud, padahal nilai atau skor akademis mumpuni? Bisa jadi jawabannya adalah karena life skills Anda tidak berkembang. Apa itu life skills? Life skills atau kecakapan hidup bisa dimaknai sebagai keterampilan kunci yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan hidup sehari-hari demi meraih kesuksesan optimal. Sayangnya, life skills ti…
Sejarah Jakarta tak bisa dilepaskan dari sosok Ali Sadikin. Ditunjuk langsung sebagai Gubernur DKI Jakarta (menjabat 1966–1977) oleh Presiden Sukarno, Bang Ali—begitu dia biasa disapa—dinilai mampu mengatasi berbagai problem yang melanda ibu kota. Selama 11 tahun menjabat gubernur, Bang Ali tidak hanya meletakkan fondasi perkembangan Jakarta, tetapi juga menunjukkan bagaimana seharusnya k…
Semua orang pasti mendambakan kehidupan yang penuh kebahagiaan. Namun, kenyataannya, hidup ini tak ubahnya samudera kesedihan yang siap menenggelamkan kita. Kesulitan dan cobaan silih berganti singgah memberi luka yang perihnya sulit digambarkan kata-kata. Apa itu tandanya Allah Swt. tidak mencintai kita? Salah! Cobaan-cobaan kehidupan berikut kesedihan yang dibawakannya justru merupakan bukti …
Buku The Art of War, karya Sun Tzu adalah salah satu buku strategi paling terkenal dan juga paling berpengaruh di dunia ini. Buku yang berisi 13 bab ini menjelaskan secara baik tentang tata cara dan juga strategi berperang. Tidak hanya itu, buku ini juga berisi tentang bagaimana menjadi jenderal yang baik dan bisa menjadi pemicu semangat para bawahan dan pasukannya demi mendapatkan kemenangan. …
"Tubuhnya badan binatang dan kepalanya manusia. Memang itulah hakikat manusia itu sendiri. Kepalanya penuh pemikiran, tetapi dia tidak lebih dari binatang yang lain. Ingin makan dan minum, ingin memiliki, juga ingin berketurunan. Namun, dia menjadi manusia karena dia berpikir dan pikiran itu bersarang di kepalanya, kepala yang penuh dosa. Maka kebinatangan yang ada di bawah, dapat dikendalikan …