Text
Dua tangisan pada satu malam
Ia menulis puisi panjang di depan sebujur kaku tubuh istrinya. Tidak ada kata-kata: mati, kematian dan air mata di dalam puisi itu, yang ada adalah buah apel, meja makan, tirai, napas, dan yang paling banyak adalah, usaha mati-matian. Hanya ada dia, tubuh kaku istrinya, kamar sepi dan sesuatu yang menyekat di tenggorokan, namun bukan kesedihan. Semacam daun-daun di malam hari tanpa cericit kelelawar. Sesungguhnya semua serba sunyi, dan lebih jauh dan dalam dari pingsan, tangisan dan air mata. Kematian itu hanya untuk dirinya sendiri, tersimpan begitu rapi, terlipat sempurna pada setiap pori-porinya. Tidak untuk yang lainnya, bahkan sejarah, jalan setapak dan kuburan. Tak ada doadoa dan percakapan melankoli biru pada mayat di depannya. Diam yang matang dan sempurna. Pintu kamar telah dikunci rapat-rapat, jendela-jendela dipaku, lubang-lubang ventilasi
Tidak tersedia versi lain