Kalau Nabi Nuh mengulurkan tangannya untuk semua penduduk bumi pada abad 21 ini, mungkin kapal tersebut tidak akan pernah berhenti bergoyang. Tak pernah seimbang. Tak pernah tak limbung. Karena sesungguhnya, masing-masing penumpang tidak sedang menghayati jiwanya bersemayam di atas kapal Nabi Nuh, tetapi justru sibuk menaiki kapal nafsunya sendiri. Anak-Anak dan Cucu-Cucuku, berhati-hatilah ...…
“Jiwa yang bergaul dengan Kebajikan seperti sumber yang selalu mengalir. Alirannya murni, jelas, dan sehat; isinya manis, kaya, dan murah hati; yang tidak melukai, tidak juga menghancurkan.” —Epictetus Epictetus merupakan seorang sage Yunani Kuno dan juga merupakah tokoh filsuf Stoik (mazhab filsafat Yunani Kuno). Epictetus lahir di masa perbudakan di Hierapolis, Phrygia, dan hidup di Rom…