Ia menulis puisi panjang di depan sebujur kaku tubuh istrinya. Tidak ada kata-kata: mati, kematian dan air mata di dalam puisi itu, yang ada adalah buah apel, meja makan, tirai, napas, dan yang paling banyak adalah, usaha mati-matian. Hanya ada dia, tubuh kaku istrinya, kamar sepi dan sesuatu yang menyekat di tenggorokan, namun bukan kesedihan. Semacam daun-daun di malam hari tanpa cericit keleā¦