Tanah Jawa pada paruh pertama abad ke-18 ibarat belanga tempat pertumpahan darah. Pertikaian antar-bangsawan di Kerajaan Mataram Islam tak ayal berdampak buruk pada kehidupan rakyat jelata yang tak punya kuasa. Pembegalan, pembunuhan, dan perang antar-kelompok adalah hal lumrah. Di tengah kekacauan, muncul seorang kesatria yang terusir dari istana. Raden Mas Said namanya. Sedari kecil ia hid…
Sejak Dinasti Ming melarang armadanya berlayar ke luar Cina, ditambah rentannya Majapahit setelah Rani Suhita mangkat pada tahun 1447, perjanjian antara Tiongkok dan Majapahit selepas Perang Paregregyang memberikan jaminan keamanan kepada warga keturunan Cina di Majapahitpun mulai goyah. Haji Gan Eng Chu, pejabat Dinasti Ming untuk kawasan Asia Tenggara yang berkedudukan di Lasm, berencana meng…
Pada tahun 1742, benteng Kerajaan Mataram Islam di Kartasura hancur oleh serangan laskar Jawa dan Tionghoa. Serangan itu dipicu oleh peristiwa Geger Pacinan, pemberontakan orang-orang Tionghoa terhadap Belanda di Batavia pada tahun 1740. Dipimpin seorang bangsawan bernama Sunan Kuning, orang-orang Tionghoa dan Jawa yang sama-sama kecewa dengan pemerintahan Pakubuwana II, raja Mataram yang dekat…
Mengadang Pusaran adalah novel fiksi sejarah tentang perempuan peranakan Tionghoa di Indonesia pada akhir masa penjajahan Belanda hingga awal kemerdekaan Indonesia. Perjuangan ketiga perempuan tersebut dalam mempertahankan jati diri mereka, menggambarkan betapa kuat pengaruh penjajahan Belanda berakar. Kisah mereka dapat menjelaskan sejarah kedudukan orang Tionghoa di Indonesia saat ini
Setelah lolos dari maut dalam perburuan Kitab Ibnu Silat Kupu-Kupu Hitam ke kota mistik Shambala, pendekar tanpa nama meneruskan perjalanan ke Chang'an, ibukota Negeri Atap Langit berpenduduk dua juta manusia dari segala bangsa, menyusuri jejak harimau Perang, tersangka pembunuh Amrita kekasihnya.
Peralihan takhta tanah Jawa dari Raja Singasari, Kertanegara, ke tangan Jayakatwang, penguasa Kediri, memaksa Adipati Tuban Ranggalawe harus menentukan sikap. Saat Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri ke Sumenep, Ranggalawe segera tahu kepada siapa ia mesti berpihak. Di bawah kendalinya, siasat pemberontakan pun disusun. Kediri berhasil dilibas seiring kedatangan pasukan Mongol yang hend…